Senin, 23 Maret 2009

BELAJAR OBJECT ORIENTED PROGRAMMING

Untuk belajar tentang object oriented programming terlebih dulu kita harus menganal bagaimana sebenarnya kita bias berinteraksi dengan computer itu sendiri. Bagaimana kita memformulasikan masalah menjadi sebuah bahasa pemrograman. Karena bahasa pemrograman ini akan membantu menyelesaikan masalah. Sebuah bahasa pemrograman yang baik adalah yang mempunyai user interface yang bagus.
Computer hanya mengenal kode 1 dan 0, sedangkan manusia tidak bias memahami nya sehingga bahasa pemrograman menjadi alat bantu atau perantara kita untuk berkomunikasi dengan computer. Bahasa pemrograman diubah dengan compiler (menerjemahakan source kode kedalam file yang bisa diekskusi) dan interpreter (menerjemahkan langsung source code dan langsung mengekskusi) sehingga dipahami oleh computer. Bahasa pemrograman dibagi kedalam 3 tingkat yaitu bahasa pemrograman tingkat rendah misalnya assembly, bahasa pemrograman tingkat menengah misalnya pascal , C, Fortran dan bahasa pemrograman tingkat tinggi misalnya Java, C++, C#.
Style dari bahasa pemrograman ada bermacam-macam, ada yang berdasarkan urutan fungsi sekuensial, pemecahan masalah secara procedural, atau yang berorientasi obyek atau sering disingkat dengan OOP dimana dalam OOP ini semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.

Tidak ada komentar: