A decision support system for locating VHF/UHF radio
jammer systems on the terrain :
Cevriye Gencer & Emel Kizilkaya Aydogan &
Coskun Celik
Published online: 6 September 2007
# Springer Science + Business Media, LLC 2007
Abstract In this study, a mathematical model is suggested
concerning the location of VHF/UHF frequency radio
jammer systems to the terrain parts to conduct single
frequency or sequential frequency jamming, and then a
decision support system (DSS), based on the suggested
model, is formed. Location problem is modelled by the
maximum covering location problem and LINGO-8 package
program is used to solve the model. Interaction with the
user is provided via the MS-Excel program in the DSS. In
the application part of the study, a scenario was set up and
the model was run for the two cases, weighted and equally
weighted situations of the targets. With the same scenario,
backup positions for the jammer systems were tried to be
determined and solutions for the scenario were evaluated.
Salah satu contoh penggunaan DSS adalah untuk menentukan lokasi VHF/ UHF radio jammer .
sayang sy cuma dapat abstrak nya .
kalo ada yg punya full pappernya mau dunk boleh dibagi2 .
reviewnya aja mungkin.
Selasa, 15 Desember 2009
Sabtu, 09 Mei 2009
PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJECT DENGAN JAVA
Konsep pemrograman berorientasi object adalah bagaimana cara kita memodelkan sebuah system menjadi object-object (memodelkan sebagai benda). Misalnya dalam dosen, mahasiswa, karyawan sedangkan kerja yang dilakukan oleh object (dosen) yaitu mengajar mahasiswa. Kemampuan kita menganalisis masalah dan memetakkan object berdasarkan kenyataan dilapangan sangat penting. Setelah object didefinisikan baru kita menentukan bagaimana hubungan antara object yang satu dan yang lainnya. Setiap object mempunyai state/atribut/field (keadaan) dan behavior (tingkah laku). State digunakan untuk menyimpan informasi tentang object sedangkan behavior/method adalah untuk menentukan kerja apa aja yang dilakukan object.
Dalam Java program yang dibuat paling tidak harus mempunyai satu class, class bukan merupakan method tetapi class adalah konsep dari object. Misalnya program yang akan kita buat adalah game yang terdiri dari 2 ekor gajah yang mempunyai nama sofi dan elfa maka nama class itu adalah gajah sedangkan objectnya adalah sofi dan elfa. Dalam class kita menentukan field dari object tersebut misalnya nama dan berat badan.
Secara garis besar pemrograman berorientasi object dalam bahasa java diterapkan tahap-tahap sebagai berikut :
1. Membuat class : menggambarkan bagaimana sifat-sifat object seperti properties dan behaviornya.
2. Membuat object
3. Menggunakan object satu dengan yang lain sehingga membentuk hubungan yang di inginkan.
4. Menentukan awal dan alur eksekusi program.
• Contoh program untuk menghitung luas segitiga :
Nama class adalah LuasSegitiga yang mempunyai object segitiga dan method hitung luas segitiga.
Contoh coding sederhana dengan java untuk menghitung luas segitiga :
public class LuasSegitiga {
public static void main(String[]args){
int alas=17;
int tinggi=11;
double luas;
luas=(double)((alas*tinggi)/2);
System.out.println("Luas Segitiga :" + luas);
int lebar=5;
int panjang=3;
int luasp;
luasp=(panjang*lebar);
System.out.println(luasp);
}
}
Dalam Java program yang dibuat paling tidak harus mempunyai satu class, class bukan merupakan method tetapi class adalah konsep dari object. Misalnya program yang akan kita buat adalah game yang terdiri dari 2 ekor gajah yang mempunyai nama sofi dan elfa maka nama class itu adalah gajah sedangkan objectnya adalah sofi dan elfa. Dalam class kita menentukan field dari object tersebut misalnya nama dan berat badan.
Secara garis besar pemrograman berorientasi object dalam bahasa java diterapkan tahap-tahap sebagai berikut :
1. Membuat class : menggambarkan bagaimana sifat-sifat object seperti properties dan behaviornya.
2. Membuat object
3. Menggunakan object satu dengan yang lain sehingga membentuk hubungan yang di inginkan.
4. Menentukan awal dan alur eksekusi program.
• Contoh program untuk menghitung luas segitiga :
Nama class adalah LuasSegitiga yang mempunyai object segitiga dan method hitung luas segitiga.
Contoh coding sederhana dengan java untuk menghitung luas segitiga :
public class LuasSegitiga {
public static void main(String[]args){
int alas=17;
int tinggi=11;
double luas;
luas=(double)((alas*tinggi)/2);
System.out.println("Luas Segitiga :" + luas);
int lebar=5;
int panjang=3;
int luasp;
luasp=(panjang*lebar);
System.out.println(luasp);
}
}
Jumat, 08 Mei 2009
Algoritma Searching
BINARY SEARCH :
• Data yang ada harus diurutkan terlebih dahulu berdasarkan suatu urutan tertentu yang dijadikan kunci pencarian.
• Adalah teknik pencarian data dalam dengan cara membagi data menjadi dua bagian setiap kali terjadi proses pencarian.
• Prinsip pencarian biner adalah:
Data diambil dari posisi 1 sampai posisi akhir N
Kemudian cari posisi data tengah dengan rumus: (posisi awal + posisi akhir) / 2
Kemudian data yang dicari dibandingkan dengan data yang di tengah, apakah sama atau lebih kecil, atau lebih besar?
Jika lebih besar, maka proses pencarian dicari dengan posisi awal adalah posisi tengah + 1
Jika lebih kecil, maka proses pencarian dicari dengan posisi akhir adalah posisi tengah – 1
Jika data sama, berarti ketemu.
while (first < upto) {
int mid = (first + upto) / 2; // Compute mid point.
if (key < sorted[mid]) {
upto = mid; // repeat search in bottom half.
}
else if (key > sorted[mid]) {
first = mid + 1; // Repeat search in top half.
}
else { return mid; // Found it.
return position } } return -(first + 1); // Failed to find key }
Contoh binary Search dalam array (implementasi dalam Java) :
• public static void main(String[] args){
• String[] op = new String[3];
• op[0] ="Indosat";
• op[1] = "Telkomsel";
• op[2] = "Exelcomindo";
• int dapet = Arrays.binarySearch(op, "Indosat");
• if (dapet > -1)
• System.out.println("data ditemukan pada :" +dapet);
• else
• System.out.println("data tidak ditemukan"); }
Artinya dalam array op ada 3 data operator telephone yaitu : Indosat, Tekomsel, dan Exelcomindo.
Lalu akan dilakukan pencarian “Indosat ada di data nomer berapa dengan perintah searching dalam java : Arrays.binarySearch. Maka data akan dibaca dari urutan ke 0 artinya var “Indosat” ada dalam matriks 0 (urutan 1).
• Data yang ada harus diurutkan terlebih dahulu berdasarkan suatu urutan tertentu yang dijadikan kunci pencarian.
• Adalah teknik pencarian data dalam dengan cara membagi data menjadi dua bagian setiap kali terjadi proses pencarian.
• Prinsip pencarian biner adalah:
Data diambil dari posisi 1 sampai posisi akhir N
Kemudian cari posisi data tengah dengan rumus: (posisi awal + posisi akhir) / 2
Kemudian data yang dicari dibandingkan dengan data yang di tengah, apakah sama atau lebih kecil, atau lebih besar?
Jika lebih besar, maka proses pencarian dicari dengan posisi awal adalah posisi tengah + 1
Jika lebih kecil, maka proses pencarian dicari dengan posisi akhir adalah posisi tengah – 1
Jika data sama, berarti ketemu.
while (first < upto) {
int mid = (first + upto) / 2; // Compute mid point.
if (key < sorted[mid]) {
upto = mid; // repeat search in bottom half.
}
else if (key > sorted[mid]) {
first = mid + 1; // Repeat search in top half.
}
else { return mid; // Found it.
return position } } return -(first + 1); // Failed to find key }
Contoh binary Search dalam array (implementasi dalam Java) :
• public static void main(String[] args){
• String[] op = new String[3];
• op[0] ="Indosat";
• op[1] = "Telkomsel";
• op[2] = "Exelcomindo";
• int dapet = Arrays.binarySearch(op, "Indosat");
• if (dapet > -1)
• System.out.println("data ditemukan pada :" +dapet);
• else
• System.out.println("data tidak ditemukan"); }
Artinya dalam array op ada 3 data operator telephone yaitu : Indosat, Tekomsel, dan Exelcomindo.
Lalu akan dilakukan pencarian “Indosat ada di data nomer berapa dengan perintah searching dalam java : Arrays.binarySearch. Maka data akan dibaca dari urutan ke 0 artinya var “Indosat” ada dalam matriks 0 (urutan 1).
Kamis, 07 Mei 2009
Algoritma Sorting
Pengertian Algoritma :
• Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”. (ilmukomputer.com)
• Algoritma merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. (wikipedia)
Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma
ALGORITMA SORTING
• Istilah sorting tentu tidak asing di telinga kita, yaitu istilah untuk mengurutkan data. Mengatur elemen berdasar urutan tertentu . Sorting adalah proses menyusun elemen – elemen dengan tata urut tertentu dan proses tersebut terimplementasi dalam bermacam aplikasi.
• Ada dua bentuk sorting yaitu secara ascending dan descending. Sorting secara ascending adalah cara mengurutkan data mulai data bernilai terkecil sampai terbesar. Sedangkan descending mengurutkan data mulai dari data terbesar sampai terk
• Beberapa algoritma sorting telah dibuat karena proses tersebut sangat mendasar dan sering digunakan
• Pengurutan data dalam struktur data sangat penting untuk data yang beripe data numerik ataupun karakter.
• Pengurutan dapat dilakukan secara ascending (urut naik) dan descending (urut turun)
• Pengurutan (Sorting) adalah proses menyusun kembali data yang sebelumnya telah disusun dengan suatu pola tertentu, sehingga tersusun secara teratur menurut aturan tertentu.
Contoh:
• Data Acak : 5 6 8 1 3 25 10
• Ascending : 1 3 5 6 8 10 25
• Descending : 25 10 8 6 5 3 1
Aplikasi dalam Java
Sorting misalnya digunakan untuk mengurutkan isi dalam array (dalam Java API, Array merupakan class dalam package java.util
- static void sort(array) : mengurutkan isi array
- static String toString(array) : mengubah nilai array menjadi String
Sorting secara Ascending mengurutkan data dimulai dari data yang terkecil
public class Sorting {
public static void main(String[] args){
String[] huruf = { "D", "A", "C", "F", "H" };
System.out.println("SEBELUM DI LAKUKAN SORTING/PENGURUTAN");
for (int i= 0; i<5; i++){
System.out.println(huruf[i] );
}
Arrays.sort(huruf);
System.out.println("SETELAH DI SORTING/ DIURUTKAN");
for (int j = 0; j < 5; j++){ System.out.println(huruf[j]);
} } }
Metode Pengurutan Data
• Pengurutan berdasarkan perbandingan (comparison-based sorting)
Bubble sort, exchange sort
• Pengurutan berdasarkan prioritas (priority queue sorting method)
Selection sort, heap sort (menggunakan tree)
• Pengurutan berdasarkan penyisipan dan penjagaan terurut (insert and keep sorted method)
Insertion sort, tree sort
• Pengurutan berdasarkan pembagian dan penguasaan (devide and conquer method)
Quick sort, merge sort
• Pengurutan berkurang menurun (diminishing increment sort method)
Shell sort (pengembangan insertion)
Insertion Sort
Salah satu algoritma paling sederhana
Cukup intuitif dan prosesnya mirip dengan mengurutkan kartu
Tujuan: mengurutkan kartu dari paling kecil hingga terbesar
Terdapat: kartu, meja 1, meja 2
Awal: Kartu acak diletakkan pada meja 1
Teknik: Kartu berurutan diletakkan pada meja 2
Ambil kartu pertama dari meja 1, bandingkan dengan tabel 2 dan tempatkan sesuai posisi urutan di meja 2
Ulangi hingga seluruh kartu terletak pada meja 2
• Bagi elemen data yang akan diurutkan menjadi dua
Bagian yang belum diurutkan
Bagian yang telah terurutkan
• Ulangi langkah tersebut hingga tidak ada elemen tersisa dalam array
Elemen pertama dipilih dari bagian yang belum diurutkan
Tempatkan elemen terpilih sesuai urutan pada array
void insertionSort(Object array[], int startIdx,
int endIdx) {
for (int i = startIdx; i < endIdx; i++) {
int k = i;
for (int j = i + 1; j < endIdx; j++) {
if (((Comparable) array[k]).compareTo(
array[j])>0) {
k = j;
}
}
swap(array[i], array[k]);
}
}
• Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”. (ilmukomputer.com)
• Algoritma merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. (wikipedia)
Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma
ALGORITMA SORTING
• Istilah sorting tentu tidak asing di telinga kita, yaitu istilah untuk mengurutkan data. Mengatur elemen berdasar urutan tertentu . Sorting adalah proses menyusun elemen – elemen dengan tata urut tertentu dan proses tersebut terimplementasi dalam bermacam aplikasi.
• Ada dua bentuk sorting yaitu secara ascending dan descending. Sorting secara ascending adalah cara mengurutkan data mulai data bernilai terkecil sampai terbesar. Sedangkan descending mengurutkan data mulai dari data terbesar sampai terk
• Beberapa algoritma sorting telah dibuat karena proses tersebut sangat mendasar dan sering digunakan
• Pengurutan data dalam struktur data sangat penting untuk data yang beripe data numerik ataupun karakter.
• Pengurutan dapat dilakukan secara ascending (urut naik) dan descending (urut turun)
• Pengurutan (Sorting) adalah proses menyusun kembali data yang sebelumnya telah disusun dengan suatu pola tertentu, sehingga tersusun secara teratur menurut aturan tertentu.
Contoh:
• Data Acak : 5 6 8 1 3 25 10
• Ascending : 1 3 5 6 8 10 25
• Descending : 25 10 8 6 5 3 1
Aplikasi dalam Java
Sorting misalnya digunakan untuk mengurutkan isi dalam array (dalam Java API, Array merupakan class dalam package java.util
- static void sort(array) : mengurutkan isi array
- static String toString(array) : mengubah nilai array menjadi String
Sorting secara Ascending mengurutkan data dimulai dari data yang terkecil
public class Sorting {
public static void main(String[] args){
String[] huruf = { "D", "A", "C", "F", "H" };
System.out.println("SEBELUM DI LAKUKAN SORTING/PENGURUTAN");
for (int i= 0; i<5; i++){
System.out.println(huruf[i] );
}
Arrays.sort(huruf);
System.out.println("SETELAH DI SORTING/ DIURUTKAN");
for (int j = 0; j < 5; j++){ System.out.println(huruf[j]);
} } }
Metode Pengurutan Data
• Pengurutan berdasarkan perbandingan (comparison-based sorting)
Bubble sort, exchange sort
• Pengurutan berdasarkan prioritas (priority queue sorting method)
Selection sort, heap sort (menggunakan tree)
• Pengurutan berdasarkan penyisipan dan penjagaan terurut (insert and keep sorted method)
Insertion sort, tree sort
• Pengurutan berdasarkan pembagian dan penguasaan (devide and conquer method)
Quick sort, merge sort
• Pengurutan berkurang menurun (diminishing increment sort method)
Shell sort (pengembangan insertion)
Insertion Sort
Salah satu algoritma paling sederhana
Cukup intuitif dan prosesnya mirip dengan mengurutkan kartu
Tujuan: mengurutkan kartu dari paling kecil hingga terbesar
Terdapat: kartu, meja 1, meja 2
Awal: Kartu acak diletakkan pada meja 1
Teknik: Kartu berurutan diletakkan pada meja 2
Ambil kartu pertama dari meja 1, bandingkan dengan tabel 2 dan tempatkan sesuai posisi urutan di meja 2
Ulangi hingga seluruh kartu terletak pada meja 2
• Bagi elemen data yang akan diurutkan menjadi dua
Bagian yang belum diurutkan
Bagian yang telah terurutkan
• Ulangi langkah tersebut hingga tidak ada elemen tersisa dalam array
Elemen pertama dipilih dari bagian yang belum diurutkan
Tempatkan elemen terpilih sesuai urutan pada array
void insertionSort(Object array[], int startIdx,
int endIdx) {
for (int i = startIdx; i < endIdx; i++) {
int k = i;
for (int j = i + 1; j < endIdx; j++) {
if (((Comparable) array[k]).compareTo(
array[j])>0) {
k = j;
}
}
swap(array[i], array[k]);
}
}
Senin, 23 Maret 2009
Konsep dasar dari Pemrograman Berorientasi Objek
Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut:
• kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
• Objek - membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.
• Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
• Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
• Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
• Inheritas- Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada - objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)
• Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.
• kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
• Objek - membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.
• Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
• Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
• Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
• Inheritas- Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada - objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)
• Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.
BELAJAR OBJECT ORIENTED PROGRAMMING
Untuk belajar tentang object oriented programming terlebih dulu kita harus menganal bagaimana sebenarnya kita bias berinteraksi dengan computer itu sendiri. Bagaimana kita memformulasikan masalah menjadi sebuah bahasa pemrograman. Karena bahasa pemrograman ini akan membantu menyelesaikan masalah. Sebuah bahasa pemrograman yang baik adalah yang mempunyai user interface yang bagus.
Computer hanya mengenal kode 1 dan 0, sedangkan manusia tidak bias memahami nya sehingga bahasa pemrograman menjadi alat bantu atau perantara kita untuk berkomunikasi dengan computer. Bahasa pemrograman diubah dengan compiler (menerjemahakan source kode kedalam file yang bisa diekskusi) dan interpreter (menerjemahkan langsung source code dan langsung mengekskusi) sehingga dipahami oleh computer. Bahasa pemrograman dibagi kedalam 3 tingkat yaitu bahasa pemrograman tingkat rendah misalnya assembly, bahasa pemrograman tingkat menengah misalnya pascal , C, Fortran dan bahasa pemrograman tingkat tinggi misalnya Java, C++, C#.
Style dari bahasa pemrograman ada bermacam-macam, ada yang berdasarkan urutan fungsi sekuensial, pemecahan masalah secara procedural, atau yang berorientasi obyek atau sering disingkat dengan OOP dimana dalam OOP ini semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.
Computer hanya mengenal kode 1 dan 0, sedangkan manusia tidak bias memahami nya sehingga bahasa pemrograman menjadi alat bantu atau perantara kita untuk berkomunikasi dengan computer. Bahasa pemrograman diubah dengan compiler (menerjemahakan source kode kedalam file yang bisa diekskusi) dan interpreter (menerjemahkan langsung source code dan langsung mengekskusi) sehingga dipahami oleh computer. Bahasa pemrograman dibagi kedalam 3 tingkat yaitu bahasa pemrograman tingkat rendah misalnya assembly, bahasa pemrograman tingkat menengah misalnya pascal , C, Fortran dan bahasa pemrograman tingkat tinggi misalnya Java, C++, C#.
Style dari bahasa pemrograman ada bermacam-macam, ada yang berdasarkan urutan fungsi sekuensial, pemecahan masalah secara procedural, atau yang berorientasi obyek atau sering disingkat dengan OOP dimana dalam OOP ini semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.
Langganan:
Postingan (Atom)

_2.jpg)