Kamis, 15 Januari 2015
PENGANTAR INFORMATIKA: Free Template
PENGANTAR INFORMATIKA: Free Template: Free Template Untuk Blogspot Contoh Free Template untuk blogspot : - carilah free template yang anda sukai lewat google - Download File...
Selasa, 15 Desember 2009
DECISION SUPPORT SYSTEM
A decision support system for locating VHF/UHF radio
jammer systems on the terrain :
Cevriye Gencer & Emel Kizilkaya Aydogan &
Coskun Celik
Published online: 6 September 2007
# Springer Science + Business Media, LLC 2007
Abstract In this study, a mathematical model is suggested
concerning the location of VHF/UHF frequency radio
jammer systems to the terrain parts to conduct single
frequency or sequential frequency jamming, and then a
decision support system (DSS), based on the suggested
model, is formed. Location problem is modelled by the
maximum covering location problem and LINGO-8 package
program is used to solve the model. Interaction with the
user is provided via the MS-Excel program in the DSS. In
the application part of the study, a scenario was set up and
the model was run for the two cases, weighted and equally
weighted situations of the targets. With the same scenario,
backup positions for the jammer systems were tried to be
determined and solutions for the scenario were evaluated.
Salah satu contoh penggunaan DSS adalah untuk menentukan lokasi VHF/ UHF radio jammer .
sayang sy cuma dapat abstrak nya .
kalo ada yg punya full pappernya mau dunk boleh dibagi2 .
reviewnya aja mungkin.
jammer systems on the terrain :
Cevriye Gencer & Emel Kizilkaya Aydogan &
Coskun Celik
Published online: 6 September 2007
# Springer Science + Business Media, LLC 2007
Abstract In this study, a mathematical model is suggested
concerning the location of VHF/UHF frequency radio
jammer systems to the terrain parts to conduct single
frequency or sequential frequency jamming, and then a
decision support system (DSS), based on the suggested
model, is formed. Location problem is modelled by the
maximum covering location problem and LINGO-8 package
program is used to solve the model. Interaction with the
user is provided via the MS-Excel program in the DSS. In
the application part of the study, a scenario was set up and
the model was run for the two cases, weighted and equally
weighted situations of the targets. With the same scenario,
backup positions for the jammer systems were tried to be
determined and solutions for the scenario were evaluated.
Salah satu contoh penggunaan DSS adalah untuk menentukan lokasi VHF/ UHF radio jammer .
sayang sy cuma dapat abstrak nya .
kalo ada yg punya full pappernya mau dunk boleh dibagi2 .
reviewnya aja mungkin.
Sabtu, 09 Mei 2009
PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJECT DENGAN JAVA
Konsep pemrograman berorientasi object adalah bagaimana cara kita memodelkan sebuah system menjadi object-object (memodelkan sebagai benda). Misalnya dalam dosen, mahasiswa, karyawan sedangkan kerja yang dilakukan oleh object (dosen) yaitu mengajar mahasiswa. Kemampuan kita menganalisis masalah dan memetakkan object berdasarkan kenyataan dilapangan sangat penting. Setelah object didefinisikan baru kita menentukan bagaimana hubungan antara object yang satu dan yang lainnya. Setiap object mempunyai state/atribut/field (keadaan) dan behavior (tingkah laku). State digunakan untuk menyimpan informasi tentang object sedangkan behavior/method adalah untuk menentukan kerja apa aja yang dilakukan object.
Dalam Java program yang dibuat paling tidak harus mempunyai satu class, class bukan merupakan method tetapi class adalah konsep dari object. Misalnya program yang akan kita buat adalah game yang terdiri dari 2 ekor gajah yang mempunyai nama sofi dan elfa maka nama class itu adalah gajah sedangkan objectnya adalah sofi dan elfa. Dalam class kita menentukan field dari object tersebut misalnya nama dan berat badan.
Secara garis besar pemrograman berorientasi object dalam bahasa java diterapkan tahap-tahap sebagai berikut :
1. Membuat class : menggambarkan bagaimana sifat-sifat object seperti properties dan behaviornya.
2. Membuat object
3. Menggunakan object satu dengan yang lain sehingga membentuk hubungan yang di inginkan.
4. Menentukan awal dan alur eksekusi program.
• Contoh program untuk menghitung luas segitiga :
Nama class adalah LuasSegitiga yang mempunyai object segitiga dan method hitung luas segitiga.
Contoh coding sederhana dengan java untuk menghitung luas segitiga :
public class LuasSegitiga {
public static void main(String[]args){
int alas=17;
int tinggi=11;
double luas;
luas=(double)((alas*tinggi)/2);
System.out.println("Luas Segitiga :" + luas);
int lebar=5;
int panjang=3;
int luasp;
luasp=(panjang*lebar);
System.out.println(luasp);
}
}
Dalam Java program yang dibuat paling tidak harus mempunyai satu class, class bukan merupakan method tetapi class adalah konsep dari object. Misalnya program yang akan kita buat adalah game yang terdiri dari 2 ekor gajah yang mempunyai nama sofi dan elfa maka nama class itu adalah gajah sedangkan objectnya adalah sofi dan elfa. Dalam class kita menentukan field dari object tersebut misalnya nama dan berat badan.
Secara garis besar pemrograman berorientasi object dalam bahasa java diterapkan tahap-tahap sebagai berikut :
1. Membuat class : menggambarkan bagaimana sifat-sifat object seperti properties dan behaviornya.
2. Membuat object
3. Menggunakan object satu dengan yang lain sehingga membentuk hubungan yang di inginkan.
4. Menentukan awal dan alur eksekusi program.
• Contoh program untuk menghitung luas segitiga :
Nama class adalah LuasSegitiga yang mempunyai object segitiga dan method hitung luas segitiga.
Contoh coding sederhana dengan java untuk menghitung luas segitiga :
public class LuasSegitiga {
public static void main(String[]args){
int alas=17;
int tinggi=11;
double luas;
luas=(double)((alas*tinggi)/2);
System.out.println("Luas Segitiga :" + luas);
int lebar=5;
int panjang=3;
int luasp;
luasp=(panjang*lebar);
System.out.println(luasp);
}
}
Langganan:
Postingan (Atom)

_2.jpg)